Keputusan Nomor 1644 Tahun 2026: Perubahan dalam Bidang Telemedisin bagi Ahli Fisioterapi di Kolombia

29 Agustus 2026

Intinya

  • Kementerian Kesehatan menerbitkan Keputusan Nomor 1644 pada tanggal 31 Juli 2026. Peraturan tersebut menggantikan Keputusan Nomor 2654 tahun 2019.
  • Layanan kesehatan jarak jauh mencakup bimbingan jarak jauh, dukungan jarak jauh, dan pendidikan jarak jauh tanpa izin praktik. Layanan kedokteran jarak jauh mensyaratkan izin praktik di REPS.
  • Peraturan tersebut mengatur empat kategori telemedisin, yaitu telekonsultasi ahli, telekonsep, telekonsultasi, dan telemonitoring.
  • Penyedia layanan yang sudah memiliki izin beroperasi diberi waktu dua belas bulan untuk menyesuaikan diri. Klinik fisioterapi harus memeriksa kembali kategori, izin, dan dokumen mereka.
  • Kecerdasan buatan dapat mendukung perawatan di bawah pengawasan manusia, namun tidak dapat menggantikan penilaian klinis. Analisis ini memberikan gambaran langsung mengenai suatu standar yang belum banyak dibahas oleh media khusus di bidang fisioterapi berbahasa Spanyol.

Apa yang berubah pada tanggal 31 Juli 2026 dan mengapa

Kementerian Kesehatan dan Perlindungan Sosial menerbitkan Keputusan Nomor 1644 Tahun 2026 pada tanggal 31 Juli 2026. Keputusan tersebut mencabut dan menggantikan Keputusan Nomor 2654 Tahun 2019, yang telah mengatur layanan kesehatan jarak jauh dan telemedisin di Kolombia selama lebih dari enam tahun.

Keputusan baru ini memperbarui kerangka kerja untuk membedakan kegiatan tele-kesehatan dari layanan telemedisin yang wajib memiliki izin. Keputusan ini juga mengatur empat kategori telemedisin serta memasukkan ketentuan mengenai persetujuan, pelayanan bagi anak-anak dan penyandang disabilitas, kecerdasan buatan, interoperabilitas klinis, serta akses di daerah pedesaan. Ketentuan-ketentuan ini menanggapi bentuk-bentuk pelayanan jarak jauh yang tidak diuraikan secara mendetail dalam kerangka kerja tahun 2019.

Penyedia layanan yang layanannya telah terdaftar memiliki masa transisi selama dua belas bulan untuk menyesuaikannya dengan persyaratan baru. Klinik fisioterapi harus memanfaatkan masa tersebut untuk meninjau kembali bagaimana mereka mengklasifikasikan layanannya, izin apa yang telah mereka daftarkan di REPS, serta perubahan apa saja yang diperlukan pada dokumen dan sistem klinis mereka. Panggilan video tindak lanjut, misalnya, dapat diperlakukan secara regulasi yang berbeda tergantung pada tujuan klinisnya dan kategori di mana layanan tersebut beroperasi.

Telesalud vs. telemedicina: perbedaan yang menentukan apakah Anda memerlukan izin praktik

Keputusan Nomor 1644 membedakan antara kegiatan telesalud dengan penyediaan layanan melalui telemedisin. Sebuah klinik harus mengklasifikasikan setiap kegiatan berdasarkan tujuan dan cakupan klinisnya, bukan berdasarkan alat yang digunakan. Panggilan video dapat digunakan untuk pendidikan umum atau untuk konsultasi klinis individu, namun setiap penggunaan tersebut diatur secara berbeda dalam peraturan.

Telekonseling memberikan informasi, nasihat, atau panduan jarak jauh mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Misalnya, seorang fisioterapis dapat menjelaskan langkah-langkah umum perawatan diri atau memberi tahu kapan sebaiknya seseorang meminta penilaian medis. Telekonseling tidak sama dengan telekonsultasi jika tidak mencakup penilaian klinis individu maupun pengambilan keputusan terkait pengobatan seseorang.

Dukungan jarak jauh (teleapoyo) memungkinkan seorang tenaga kesehatan menerima bantuan jarak jauh dari tenaga kesehatan lain untuk melakukan suatu kegiatan. Dalam fisioterapi, hal ini dapat mencakup bimbingan dari rekan sejawat yang berpengalaman di bidang tertentu, asalkan kegiatan tersebut tidak termasuk dalam kategori telemedisin yang diatur. Pendidikan jarak jauh (teleeducación) memanfaatkan teknologi komunikasi untuk memberikan pelatihan kesehatan kepada pasien, pengasuh, masyarakat, atau tenaga kesehatan.

Telekonsultasi, dukungan jarak jauh, dan pendidikan jarak jauh tidak memerlukan izin sebagai layanan kesehatan di hadapan Daftar Khusus Penyedia Layanan Kesehatan, yang dikenal sebagai REPS. Telemedisin memang memerlukan izin karena mencakup pemberian layanan kesehatan dari jarak jauh oleh tenaga profesional yang berlisensi. Penilaian fungsional melalui panggilan video, penyesuaian rencana terapi secara individual, atau pemantauan klinis jarak jauh dapat termasuk dalam lingkup tersebut.

Setiap klinik harus terlebih dahulu menentukan klasifikasi ini. Jika kegiatan tersebut termasuk dalam kategori telemedisin, klinik tersebut kemudian harus mengidentifikasi apakah kegiatan tersebut berupa telekepakaran, telekonsep, telekonsultasi, atau telemonitoring, serta memenuhi persyaratan yang berlaku untuk kategori tersebut.

Empat kategori telemedisin dan ketentuan operasionalnya

Keputusan Nomor 1644 mengelompokkan telemedisin ke dalam empat kategori berdasarkan siapa saja yang terlibat, bagaimana interaksi tersebut berlangsung, dan fungsi klinis apa yang dipenuhi. Setiap kategori merupakan bagian dari telemedisin dan mengharuskan penyedia layanan mendaftarkan layanan yang bersangkutan ke Daftar Khusus Penyedia Layanan Kesehatan (REPS).

Kategori Definisi singkat Apakah diperlukan izin? Penggunaan umum dalam fisioterapi atau kinesiologi
Telexperticia Seorang tenaga kesehatan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan lain yang memiliki pengalaman lebih atau pengetahuan khusus untuk mendukung perawatan seorang pasien. Interaksi tersebut dapat dilakukan secara sinkron atau asinkron, tergantung pada kondisi yang telah ditentukan. Ya, di hadapan REPS. Seorang fisioterapis meminta bantuan jarak jauh untuk mengevaluasi kasus yang rumit atau menyesuaikan intervensi khusus.
Teleconcepto Seorang tenaga kesehatan memberikan pendapat teknis dari jarak jauh mengenai informasi klinis yang tersedia. Konsep ini mendukung proses pengambilan keputusan oleh tenaga kesehatan yang bertanggung jawab atas perawatan tersebut. Ya, di hadapan REPS. Seorang spesialis meninjau hasil evaluasi fungsional, gambar pencitraan, atau catatan medis lainnya, dan memberikan rekomendasi mengenai penanganan rehabilitasi.
Konsultasi Jarak Jauh Tenaga profesional dan pasien berinteraksi dari jarak jauh untuk memberikan pelayanan klinis melalui teknologi informasi dan komunikasi. Ya, di hadapan REPS. Seorang fisioterapis mengevaluasi perkembangan pasien, memberikan panduan latihan, atau menyesuaikan rencana terapi selama panggilan video.
Pemantauan Jarak Jauh Tenaga profesional tersebut menerima dan meninjau data klinis atau data pemantauan dari jarak jauh untuk memantau perkembangan pasien dan mengambil keputusan terkait perawatan pasien tersebut. Ya, di hadapan REPS. Klinik tersebut memantau kepatuhan, rasa nyeri, mobilitas, atau hasil lain yang dilaporkan selama program latihan di rumah.

Konsultasi jarak jauh dan pemantauan jarak jauh umumnya memiliki penerapan yang paling langsung dalam fisioterapi. Konsultasi jarak jauh mencakup pertemuan klinis jarak jauh dengan pasien, sedangkan pemantauan jarak jauh memungkinkan untuk meninjau informasi yang dihasilkan di antara sesi konsultasi dan mengambil tindakan ketika data menunjukkan perlunya penyesuaian terhadap penanganan.

Sebuah klinik dapat menggunakan kedua kategori tersebut dalam satu model telerehabilitasi, namun harus mengidentifikasi setiap aktivitas dengan tepat. Panggilan video untuk tindak lanjut dapat dikategorikan sebagai telekonsultasi, sedangkan pemeriksaan berkala terhadap kepatuhan dan gejala termasuk dalam telemonitoring. Alat teknologi itu sendiri tidak menentukan kategori tersebut. Jenis interaksi dan tujuan klinislah yang menentukan klasifikasi serta persyaratan yang berlaku.

Titik penghubung dan akses di daerah pedesaan

Titik penghubung memungkinkan seseorang mengakses layanan telemedisin dari lokasi terdekat, meskipun tenaga profesional yang bertanggung jawab berada di kota lain. Titik penghubung ini berfungsi sebagai ruang yang dilengkapi konektivitas dan peralatan untuk memfasilitasi pelayanan jarak jauh, namun tidak termasuk dalam kategori kelima telemedisin maupun menggantikan persyaratan izin yang wajib dipenuhi oleh penyedia layanan.

Staf yang terlatih bertugas di pos koordinasi dan mendampingi pasien dalam menggunakan teknologi tersebut. Peran mereka dapat mencakup menyiapkan koneksi, mendukung pertukaran informasi, serta memfasilitasi komunikasi dengan tenaga profesional jarak jauh. Staf di pos koordinasi tersebut tidak menggantikan peran fisioterapis maupun mengambil keputusan klinis di luar kewenangan mereka.

Bagi sebuah klinik yang melayani masyarakat yang tersebar, model ini memungkinkan perluasan cakupan layanan tanpa harus membuka fasilitas pelayanan kesehatan lengkap di setiap kecamatan. Klinik tersebut masih harus menentukan kategori layanan yang akan diberikan, menetapkan tanggung jawab, serta memastikan kerahasiaan data, persetujuan berdasarkan informasi, dan pencatatan medis yang sesuai.

Persetujuan yang didasarkan pada informasi dan persetujuan: apa saja yang diatur dalam keputusan baru tersebut

Klinik wajib memperoleh dan mendokumentasikan persetujuan setelah mendapat penjelasan (informed consent) sebelum memulai konsultasi jarak jauh atau memasukkan pasien ke dalam program pemantauan jarak jauh. Pasien harus menerima informasi yang mudah dipahami mengenai bentuk layanan tersebut, cakupannya, risiko yang dapat diperkirakan, alternatif yang tersedia, penanganan data pribadinya, serta kemungkinan untuk menarik kembali persetujuannya.

Catatan klinis harus memungkinkan untuk diverifikasi siapa yang memberi tahu pasien, siapa yang memberikan persetujuan, kapan persetujuan itu diberikan, dan untuk layanan apa. Klinik juga sebaiknya menyimpan bukti cara yang digunakan untuk memperoleh persetujuan tersebut, seperti formulir elektronik, rekaman yang sah, atau dokumen yang ditandatangani. Persetujuan umum untuk perawatan tatap muka saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa pasien telah menyetujui perawatan jarak jauh.

Keputusan Nomor 1644 juga mewajibkan untuk mempertimbangkan persetujuan anak-anak dan penyandang disabilitas jika diperlukan. Persetujuan tersebut mencerminkan kehendak seseorang melalui penjelasan yang disesuaikan dengan usia, kemampuan pemahaman, dan cara berkomunikasinya. Fasilitas kesehatan harus menyediakan dukungan yang diperlukan dan mendokumentasikan tanggapan pasien.

Persetujuan tersebut tidak menggantikan persetujuan yang harus diberikan oleh wali, pendamping, atau pihak yang berwenang dalam setiap kasus. Kedua catatan tersebut harus dilampirkan pada rekam medis dan layanan jarak jauh yang telah disetujui.

Sebuah klinik dapat mengubah persyaratan ini menjadi proses verifikasi awal dalam alur kerja digitalnya. Sebelum memberikan layanan, fisioterapis memverifikasi identitas pasien, memberikan informasi yang relevan, menjawab pertanyaan, dan mencatat persetujuan pasien. Jika diperlukan, fisioterapis juga mendokumentasikan persetujuan pasien serta sarana komunikasi yang digunakan.

Kecerdasan buatan sebagai alat bantu: batasan-batasan yang ditetapkan oleh peraturan

Keputusan Nomor 1644 Tahun 2026 mengizinkan penggunaan kecerdasan buatan sebagai alat bantu di bawah pengawasan manusia. Sebuah sistem dapat mengorganisir informasi, menyarankan pilihan, atau memudahkan tugas-tugas klinis, namun tidak dapat menggantikan penilaian fisioterapis maupun mengambil keputusan terkait diagnosis, pengobatan, atau pemantauan.

Dalam pemberian resep latihan, kecerdasan buatan (AI) dapat mengusulkan aktivitas berdasarkan data yang tersedia. Fisioterapis harus meninjau setiap saran dan memutuskan apakah saran tersebut sesuai dengan kondisi fungsional, batasan, dan tujuan pasien. Rekomendasi otomatis tidak menghilangkan kebutuhan akan penilaian klinis individual.

Dalam proses triase, sebuah alat dapat mengklasifikasikan jawaban atau mendeteksi tanda-tanda yang memerlukan peninjauan lebih lanjut. Fisioterapis tetap bertanggung jawab untuk menafsirkan hasil-hasil tersebut dan menentukan tindakan klinis yang akan diambil. Klasifikasi algoritmik tidak boleh secara sepihak menentukan apakah pasien dapat melanjutkan perawatan jarak jauh, memerlukan konsultasi jarak jauh, atau membutuhkan perawatan tatap muka.

Dalam dokumentasi, kecerdasan buatan (AI) dapat merangkum suatu sesi, menyusun catatan, atau menyiapkan draf. Tenaga profesional harus memastikan bahwa catatan tersebut mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi dan memperbaiki kesalahan sebelum dimasukkan ke dalam rekam medis.

Klinik perlu menentukan siapa yang akan meninjau setiap hasil yang dihasilkan oleh AI dan kapan peninjauan tersebut dilakukan. Klinik juga harus menghindari alur kerja di mana rekomendasi otomatis disampaikan kepada pasien sebagai petunjuk klinis yang definitif tanpa campur tangan fisioterapis. Tanggung jawab profesional tetap berada pada pihak yang memberikan layanan.

Interoperabilitas dengan Rekam Medis Elektronik

Interoperabilitas menuntut agar informasi yang dihasilkan selama pelayanan jarak jauh dapat dimasukkan ke dalam Rekam Medis Elektronik dan diakses dalam catatan pelayanan yang bersangkutan. Platform yang terisolasi yang menyimpan data tanpa kemampuan untuk bertukar data dengan Rekam Medis Elektronik dapat menyebabkan catatan klinis menjadi tidak lengkap.

Persyaratan ini sangat penting dalam pemantauan jarak jauh. Data mengenai kepatuhan pengobatan, perkembangan kondisi, gejala, dan pelaksanaan program latihan di rumah dapat mendukung pengambilan keputusan klinis, namun data tersebut harus terhubung dengan identifikasi pasien yang tepat serta perawatan yang diterimanya. Fasilitas kesehatan juga harus menjaga integritas, ketersediaan, kerahasiaan, dan jejak audit informasi tersebut selama proses transfer dan penyimpanannya.

Interoperabilitas merupakan kewajiban yang berbeda dari persetujuan setelah mendapat penjelasan lengkap dan pendaftaran di REPS. Persetujuan memberikan wewenang untuk memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan kepada pasien, sedangkan pendaftaran memungkinkan pemberian layanan sesuai dengan kategori yang dinyatakan. Interoperabilitas menentukan bagaimana sistem klinis bertukar dan menyimpan data yang dihasilkan selama pemberian layanan.

Sebelum menggunakan alat telerehabilitasi, klinik harus memeriksa informasi apa saja yang dapat diekspor atau diintegrasikan, dalam format apa informasi tersebut disajikan, serta bagaimana cara mengintegrasikannya ke dalam Rekam Medis Elektronik (RME). Peninjauan teknis dan dokumentasi memungkinkan untuk mengidentifikasi apakah staf masih bergantung pada transkripsi manual atau berkas terpisah yang berpotensi mengganggu kelangsungan pencatatan.

Sistem transisi selama dua belas bulan: apa yang harus dilakukan oleh penyedia layanan yang sudah terdaftar

Keputusan Nomor 1644 berlaku sejak diterbitkan dan segera menggantikan ketentuan dalam Keputusan Nomor 2654 tahun 2019. Oleh karena itu, permohonan izin baru dan layanan yang mulai beroperasi harus mematuhi kategori, persyaratan teknis, dan kewajiban yang berlaku saat ini sejak awal.

Penyedia layanan yang sudah memiliki layanan telemedisin yang disahkan diberi waktu dua belas bulan untuk menyesuaikannya. Selama periode tersebut, klinik harus mengidentifikasi kategori yang berlaku, memeriksa pendaftaran mereka di REPS, serta memperbarui prosedur persetujuan, rekam medis, interoperabilitas, dan pengawasan teknologi. Jangka waktu ini berfungsi sebagai masa penyesuaian, bukan sebagai izin untuk mempertahankan prosedur sebelumnya tanpa peninjauan ulang.

Setiap klinik harus menghitung batas waktu berdasarkan tanggal berlakunya yang tercantum dalam publikasi resmi. Disarankan untuk mendokumentasikan hasil tinjauan internal dan segera mengurus setiap pembaruan yang diperlukan dalam REPS, alih-alih menunggu hingga bulan terakhir.

Setelah batas waktu berakhir, penyedia layanan tidak dapat lagi mengacu pada ketentuan peralihan. Jika layanan tersebut tidak memenuhi persyaratan baru, izin sebelumnya saja tidak cukup untuk membuktikan kesesuaiannya dengan Resolusi 1644. Klinik harus memperbaiki kondisi yang masih belum terpenuhi dan menahan diri dari memberikan layanan yang bersangkutan apabila tidak dapat menjamin kepatuhannya, tanpa mengurangi tindakan apa pun yang diambil oleh otoritas kesehatan.

Daftar periksa kepatuhan untuk klinik fisioterapi dan kinesiologi

  • Klasifikasikan setiap layanan jarak jauh. Pisahkan kegiatan bimbingan jarak jauh, dukungan jarak jauh, dan pendidikan jarak jauh dari layanan-layanan yang termasuk dalam kategori telemedisin. Dokumentasikan kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan setiap jenis layanan yang ditawarkan oleh klinik tersebut.

  • Periksa kembali kategori telemedisin. Tentukan apakah setiap layanan termasuk dalam kategori telexperticia, teleconcepto, teleconsulta, atau telemonitoreo. Berikan perhatian khusus pada konsultasi jarak jauh serta pemantauan latihan, gejala, atau kepatuhan.

  • Periksa izin operasional di REPS. Pastikan bahwa layanan yang diklasifikasikan sebagai telemedisin telah memiliki izin yang berlaku. Pastikan bahwa informasi yang terdaftar menggambarkan dengan benar jenis layanan yang disediakan oleh klinik tersebut.

  • Evaluasi penggunaan titik layanan. Jika klinik melayani masyarakat pedesaan atau yang tersebar, tentukan apakah klinik tersebut memerlukan model operasional ini. Dokumentasikan siapa yang akan bertugas di titik layanan tersebut dan bagaimana cara menghubungkannya dengan layanan telemedisin yang telah disiapkan.

  • Perbarui formulir persetujuan terinformasi. Periksa formulir dan prosedur untuk memperoleh, mencatat, dan menyimpan persetujuan sebelum melakukan konsultasi jarak jauh atau pemantauan jarak jauh. Sertakan persetujuan tertulis dari orang tua atau wali jika pasien masih di bawah umur atau penyandang disabilitas, dan hal tersebut memang diperlukan.

  • Batasi penggunaan kecerdasan buatan. Identifikasi alat-alat yang mendukung pemberian resep latihan, klasifikasi awal, atau pendokumentasian. Tunjuk seorang fisioterapis untuk mengawasi hasilnya dan tegaskan bahwa keputusan klinis sepenuhnya berada di tangan profesional tersebut.

  • Pastikan interoperabilitas HCE. Pastikan bahwa informasi yang dihasilkan selama pelayanan jarak jauh dapat dimasukkan ke dalam Rekam Medis Elektronik. Periksa secara khusus data kepatuhan, perkembangan, dan pemantauan yang direkam selama pemantauan jarak jauh.

  • Konfirmasikan jangka waktu transisi. Jika klinik tersebut telah memiliki layanan yang disahkan berdasarkan Keputusan Nomor 2654 Tahun 2019, catat batas waktu periode dua belas bulan tersebut. Tunjuk pihak yang bertanggung jawab dan tetapkan tenggat waktu internal untuk menyelesaikan penyesuaian sebelum batas waktu berakhir.

Pemantauan jarak jauh dan kepatuhan: di mana peran alat-alat seperti Physitrack

Pemantauan jarak jauh mengharuskan fisioterapis menerima informasi mengenai perkembangan pasien dan menggunakannya untuk mengarahkan tindak lanjut klinis. Mengirimkan program latihan di rumah tanpa memeriksa pelaksanaannya, kepatuhan pasien, atau kemajuannya saja tidak cukup untuk memenuhi fungsi tersebut.

Physitrack Memungkinkan Anda membuat program yang disesuaikan dengan HEP Builder dan mengirimkannya kepada pasien melalui PhysiApp. Aplikasi ini mencatat tingkat kepatuhan dan kemajuan, sehingga membantu fisioterapis mengidentifikasi latihan yang telah diselesaikan serta perubahan yang dilaporkan oleh pasien. Fitur telemedisin juga memungkinkan dilaksanakannya sesi jarak jauh dalam alur perawatan yang sama.

Physitrack Platform ini dapat menyediakan alat-alat teknologi untuk model pemantauan jarak jauh, namun platform tersebut tidak memberikan izin kepada klinik untuk beroperasi di bawah REPS maupun secara otomatis membuktikan kepatuhan terhadap Resolusi 1644. Setiap klinik harus menentukan kategori layanannya, mendokumentasikan persetujuan terinformasi, mempertahankan penilaian klinis manusia, dan memverifikasi cara pengintegrasian data ke dalam Rekam Medis Elektroniknya. Klinik juga harus mengevaluasi persyaratan keamanan, interoperabilitas, dan perlindungan data mereka sendiri sebelum mengadopsi platform apa pun.

Lihat Physitrack beraksi

Apa artinya hal ini bagi fisioterapi di Kolombia

Keputusan Nomor 1644 mengukuhkan layanan jarak jauh sebagai bentuk layanan rutin dalam bidang fisioterapi di Kolombia. Peraturan tersebut menetapkan kategori, tanggung jawab klinis, dan persyaratan teknologi yang lebih spesifik, sehingga memungkinkan integrasi telerehabilitasi ke dalam model layanan hibrida dengan kejelasan operasional yang lebih baik.

Klinik-klinik yang segera menerapkan aturan ini akan dapat merancang layanan jarak jauh sebagai bagian tetap dari praktik mereka. Mereka akan dapat menggabungkan penilaian klinis, program latihan di rumah, dan pemantauan jarak jauh sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien. Persiapan tersebut juga akan memudahkan pemberian layanan kepada orang-orang yang menghadapi kendala geografis atau kesulitan untuk datang ke klinik secara teratur.

Teknologi akan tetap memainkan peran pendukung. Fisioterapis akan tetap memegang tanggung jawab atas keputusan klinis, dokumentasi, dan kelangsungan perawatan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah telekonsultasi memerlukan izin?

Konseling jarak jauh termasuk dalam kategori layanan kesehatan jarak jauh dan tidak memerlukan izin sebagai layanan telemedisin dari REPS. Penggunaan Physitrack tidak menentukan bagaimana suatu kegiatan klinis harus diklasifikasikan. Klinik harus memeriksa apakah layanan yang diberikan hanya sebatas memberikan bimbingan atau merupakan konsultasi jarak jauh yang memerlukan izin.

Bagaimana jika klinik saya sudah memiliki izin berdasarkan Keputusan Nomor 2654?

Keputusan Nomor 1644 memberikan masa transisi untuk menyesuaikan layanan yang telah disahkan berdasarkan peraturan sebelumnya. Penerapan Physitrack tidak menggantikan pembaruan izin maupun tinjauan internal. Klinik harus mengonfirmasi kategorinya dan menyelesaikan penyesuaian dalam jangka waktu yang berlaku.

Apakah seorang fisioterapis dapat menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk merancang program latihan sesuai dengan standar ini?

Aturan tersebut mengizinkan penggunaan kecerdasan buatan sebagai alat bantu di bawah pengawasan manusia dan tanpa menggantikan penilaian klinis. Seorang fisioterapis yang menggunakan fitur-fitur yang didukung AI di Physitrack tetap memikul tanggung jawab atas setiap program yang diresepkan. Peninjauan profesional memungkinkan penyesuaian latihan sesuai dengan hasil penilaian dan perkembangan pasien.

Apa itu titik penghubung?

Titik penghubung memudahkan akses jarak jauh ke layanan kesehatan di tempat-tempat di mana pasien memerlukan bantuan untuk terhubung. Physitrack dapat berfungsi sebagai alat teknologi dalam rangkaian layanan kesehatan jarak jauh, namun situs tersebut sendiri bukanlah sebuah titik penghubung. Klinik harus memenuhi persyaratan operasional dan sumber daya manusia yang dijelaskan dalam keputusan tersebut.

Berapa lama masa transisi ini berlangsung?

Masa transisi berlaku selama dua belas bulan bagi penyedia layanan yang layanan-layanan mereka telah terakreditasi. Penggunaan atau pemanfaatan Physitrack tidak mengubah jangka waktu regulasi tersebut. Klinik dapat memanfaatkan periode tersebut untuk meninjau kembali akreditasi, dokumentasi, dan interoperabilitasnya.

Kevin Kaminyar
Kepala Pertumbuhan Global