Tes Neer: Tujuan, Prosedur, dan Interpretasi Klinis

Intinya
- Tes Neer digunakan untuk mendeteksi adanya nyeri yang mengindikasikan terjadinya impingement subakromial.
- Pemeriksa menstabilkan skapula, memutar lengan ke dalam, dan mengangkatnya secara pasif melalui fleksi ke depan. Jika nyeri yang biasa dirasakan pasien terulang, hal itu menandakan hasil pemeriksaan positif.
- Bukti ilmiah yang telah dipublikasikan menempatkan tes Neer di antara tes-tes yang memiliki sensitivitas gabungan lebih tinggi daripada spesifisitasnya, dengan rentang masing-masing sebesar 0,69 hingga 0,78 dan 0,57 hingga 0,62. Hasil negatif memiliki nilai diagnostik yang lebih tinggi daripada hasil positif dalam menyingkirkan kemungkinan terjadinya impingement (meta-analisis).
- Para dokter harus menafsirkan skor Neer bersama dengan anamnesis, pemeriksaan bahu, tes Hawkins-Kennedy, dan tes kaleng kosong, alih-alih menggunakannya sendirian.
Apa yang dideteksi oleh tes Neer
Tes Neer digunakan untuk mendeteksi sindrom impingement subakromial, suatu gambaran klinis yang ditandai dengan nyeri yang disebabkan oleh struktur-struktur di dalam ruang subakromial. Manuver ini bertujuan untuk mereproduksi gejala dengan cara menekan secara pasif rotator cuff dan jaringan subakromial lainnya di antara tuberositas mayor humerus dan akromion anteroinferior.
Rotasi internal menempatkan tuberositas mayor di bawah akromion selama elevasi. Fleksi pasif ke depan kemudian menggerakkan humerus melalui rentang gerak yang menimbulkan gejala, sementara stabilisasi skapula membatasi rotasi kompensasi ke atas yang dapat mengurangi kompresi. Reproduksi nyeri mendukung keterlibatan subakromial, tetapi tes ini tidak dapat mengidentifikasi tendon, bursa, atau lesi struktural tertentu. Spesifisitasnya yang rendah juga mencegah hasil positif untuk mengonfirmasi impingement subakromial secara mandiri, sehingga klinisi harus menafsirkannya dalam konteks pemeriksaan bahu yang lebih luas dan serangkaian tes khusus.
Melakukan tes Neer langkah demi langkah
-
Atur posisi pasien dalam posisi duduk atau berdiri dengan tubuh tegak lurus dan lengan yang akan diperiksa dalam keadaan rileks di samping tubuh. Tanyakan mengenai gejala yang sedang dialami sebelum memulai pemeriksaan agar Anda dapat membedakan rasa sakit yang sudah dikenal dari rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh posisi tubuh.
-
Berdirilah di samping bahu yang sedang diperiksa. Gunakan satu tangan untuk menstabilkan bagian atas skapula dan membatasi rotasi skapula ke atas selama pengangkatan pasif.
-
Jaga agar siku pasien tetap lurus dan posisikan bahu dalam rotasi internal, biasanya dengan ibu jari mengarah ke bawah. Pasien sebaiknya tetap rileks, bukan ikut membantu gerakan tersebut secara aktif.
-
Dengan tangan Anda yang lain menopang lengan tersebut, angkat lengan secara pasif melalui gerakan fleksi ke depan. Gerakkan secara perlahan menuju batas rentang gerak maksimal sambil tetap menjaga stabilitas skapula. Hentikan gerakan jika gejala, respons pertahanan otot, atau keterbatasan gerak menghalangi pengangkatan lebih lanjut.
-
Tanyakan apakah manuver tersebut memicu timbulnya nyeri bahu yang biasa dirasakan pasien. Catat lokasi nyeri, kisaran perkiraan saat nyeri mulai terasa, toleransi gerakan, serta adanya reaksi pertahanan otot atau pembatasan gerakan—bukan sekadar mencatat hasil positif atau negatif.
Manuver Neer klasik menggunakan rotasi internal, namun para klinisi terkadang mengulangi elevasi pasif pada posisi rotasi lainnya. Bukti ilmiah saat ini belum menetapkan variasi rotasi tersebut sebagai perluasan tunggal yang terstandarisasi dari tes tersebut. Jika Anda mencobanya, catat setiap posisi lengan secara terpisah dan tafsirkan manuver standar sesuai dengan bukti yang diperoleh dari teknik standar.
Menafsirkan hasil yang positif
Tanda Neer positif terjadi ketika pengangkatan lengan secara pasif memicu kembali nyeri bahu yang biasa dirasakan pasien. Pengangkatan lengan yang terbatas tanpa nyeri tidak memenuhi kriteria tersebut, meskipun keterbatasan tersebut tetap relevan secara klinis dan harus didokumentasikan.
Hasil positif mengindikasikan kemungkinan adanya nyeri subakromial, namun tidak mengidentifikasi jaringan tertentu atau mengonfirmasi adanya lesi struktural. Tes Neer memiliki spesifisitas yang terbatas, sehingga kondisi bahu lainnya juga dapat memicu nyeri selama manuver tersebut. Para klinisi sebaiknya menafsirkan respons tersebut dengan mempertimbangkan riwayat medis, temuan rentang gerak, pengujian kekuatan, serta tes khusus lainnya.
Catatan pada grafik mungkin berbunyi, “Tanda Neer positif di sisi kanan, yang memicu nyeri bahu anterolateral yang sudah dikenal saat elevasi pasif.” Jika relevan, tambahkan rentang gerak perkiraan saat gejala pertama kali muncul dan apakah stabilisasi skapula memengaruhi respons tersebut.
Sensitivitas, spesifisitas, dan apa yang sebenarnya didukung oleh bukti ilmiah
Tes Neer lebih berperan dalam menyingkirkan kemungkinan sindrom impingement subakromial daripada mengonfirmasinya. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis menggabungkan tanda Neer dengan tes Hawkins-Kennedy dan tes kaleng kosong. Secara keseluruhan, sensitivitas gabungan dari tes-tes tersebut berkisar antara 0,69 hingga 0,78, sedangkan spesifisitasnya berkisar antara 0,57 hingga 0,62. Sensitivitas sedang membuat hasil negatif menjadi berguna, namun spesifisitas yang terbatas menyebabkan banyak keluhan nyeri bahu lainnya juga dapat menghasilkan hasil positif.
Khusus untuk tanda Neer, hasil negatif menurunkan probabilitas yang diperkirakan untuk sindrom impingement subakromial dari 45 persen sebelum pemeriksaan menjadi 14 persen setelahnya. Perubahan probabilitas yang tepat bergantung pada populasi pasien dan perkiraan pra-tes yang dibuat oleh dokter, sehingga angka 14 persen tersebut tidak boleh diterapkan sebagai probabilitas pasca-tes yang berlaku umum.
Temuan positif dari uji drop-arm dan lift-off memiliki bobot yang lebih besar dalam menentukan kemungkinan adanya kondisi tersebut dalam tinjauan yang sama. Spesifisitas gabungan keduanya berkisar antara 0,92 hingga 0,97, meskipun sensitivitasnya hanya berkisar antara 0,21 hingga 0,42. Oleh karena itu, hasil positif pada salah satu uji tersebut lebih jarang ditemukan pada pasien yang tidak menderita kondisi yang ditargetkan, namun hasil negatif hanya memberikan nilai pengecualian yang terbatas.
Para dokter harus menafsirkan tanda Neer dengan mempertimbangkan riwayat medis, pola gejala, temuan rentang gerak, pengujian kekuatan, dan tes-tes bahu lainnya. Hasil positif pada tanda Neer menimbulkan kecurigaan, tetapi tidak dapat mengidentifikasi lesi jaringan tertentu atau menetapkan diagnosis hanya berdasarkan hasil tersebut saja.
Membangun sebuah klaster: Neer, Hawkins-Kennedy, dan uji kaleng kosong
Gunakan tes Neer, Hawkins-Kennedy, dan tes kaleng kosong sebagai temuan terkait dalam pemeriksaan bahu yang lebih luas. Sebuah meta-analisis menemukan bahwa ketiga tes tersebut memiliki sensitivitas gabungan yang lebih tinggi daripada spesifisitasnya, dengan sensitivitas berkisar antara 0,69 hingga 0,78 dan spesifisitas antara 0,57 hingga 0,62. Oleh karena itu, temuan masing-masing tes tersebut lebih mendukung proses pengecualian daripada konfirmasi ketika ditafsirkan bersama dengan riwayat medis dan temuan pemeriksaan.
Urutan pemeriksaan praktis dimulai dengan tes Neer saat elevasi pasif, dilanjutkan dengan tes Hawkins-Kennedy dengan bahu dan siku dalam posisi fleksi. Tes kaleng kosong kemudian menambahkan beban resistif pada bidang skapula. Catat apakah setiap manuver tersebut memicu nyeri yang biasa dirasakan pasien. Untuk tes kaleng kosong, bedakan antara upaya yang dibatasi oleh nyeri dengan kelemahan yang jelas, karena respons-respons tersebut memiliki implikasi klinis yang berbeda.
Hasil negatif pada ketiga tes tersebut lebih menurunkan kecurigaan terhadap nyeri subakromial dibandingkan hasil negatif pada satu tes saja. Beberapa hasil positif yang sejalan dapat mendukung hipotesis kerja, namun spesifisitasnya yang rendah membuat sumber nyeri lain tetap mungkin terjadi. Meta-analisis yang dikutip melaporkan akurasi gabungan untuk masing-masing tes, bukan rasio kemungkinan gabungan yang telah divalidasi untuk urutan tes ini secara spesifik. Oleh karena itu, tenaga medis sebaiknya menghindari penetapan probabilitas pasca-tes yang tepat untuk kelompok tes tersebut dan mempertimbangkannya dengan pola gejala, rentang gerak, serta hasil penilaian kekuatan otot.
Dari temuan positif hingga perancangan program
Temuan Neer yang positif memiliki nilai dalam perencanaan jika sejalan dengan hasil pemeriksaan bahu secara keseluruhan. Bandingkan respons tersebut dengan temuan Hawkins-Kennedy dan “empty can”, lalu hubungkan pola tersebut dengan temuan mengenai gerakan dan kekuatan. Tujuan pasien dan toleransi beban memberikan konteks tambahan. Kelompok temuan yang positif dapat mendukung hipotesis kerja mengenai nyeri subakromial, tetapi tidak dapat mengidentifikasi satu struktur yang rusak atau menentukan satu jalur rehabilitasi tertentu.
Pemilihan program harus disesuaikan dengan gangguan fungsi dan tuntutan aktivitas yang teridentifikasi selama penilaian. Sebagai contoh, keterbatasan toleransi terhadap posisi tangan yang terangkat mungkin memerlukan titik awal yang berbeda dibandingkan dengan nyeri yang timbul saat melakukan pekerjaan di atas kepala secara berulang, meskipun rentang gerak hampir penuh. Penilaian ulang dapat mengulang pengukuran fungsional yang relevan dan temuan pemeriksaan yang telah dipilih untuk menentukan apakah program tersebut masih sesuai dengan kondisi pasien.
Physitrack dapat mendukung alur kerja setelah Anda mengambil keputusan klinis tersebut. Tenaga medis dapat menyusun program latihan di rumah yang khusus untuk bahu, menyesuaikan petunjuknya, dan menyampaikannya melalui PhysiApp. Laporan sesi mencatat penyelesaian latihan, jumlah set dan repetisi yang tercatat, serta tingkat nyeri atau kesulitan yang dilaporkan pasien untuk ditinjau bersamaan dengan penilaian ulang di klinik. Physitrack mengatur resep dan tindak lanjut, namun penalaran klinislah yang menentukan bagaimana temuan pemeriksaan membentuk program tersebut.
Pertanyaan Umum
-
Apa perbedaan antara tes Neer dan tes Hawkins-Kennedy? Tes Neer menggunakan elevasi pasif ke depan dengan stabilisasi skapula dan rotasi internal. Tes Hawkins-Kennedy menggunakan fleksi bahu dan siku yang diikuti dengan rotasi internal pasif. Keduanya digunakan untuk mendeteksi nyeri subakromial, namun masing-masing memberikan beban yang berbeda pada bahu.
-
Apa yang biasanya ditunjukkan oleh hasil positif palsu pada tes Neer? Hasil positif palsu menunjukkan adanya pemicu nyeri tanpa adanya konfirmasi adanya impingement subakromial atau lesi struktural tertentu. Kondisi bahu lainnya juga dapat memicu nyeri saat elevasi pasif. Dokter harus membandingkan respons tersebut dengan riwayat medis, rentang gerak, dan tes tambahan.
-
Apakah tes Neer dapat dilakukan setelah operasi bahu? Pelaksanaan tes pascaoperasi bergantung pada jenis prosedur, tahap penyembuhan, dan batasan gerakan yang ada saat ini. Pengangkatan pasif mungkin tidak disarankan jika tindakan pencegahan pascaoperasi membatasi rentang gerak atau beban. Protokol yang ditetapkan oleh ahli bedah dan penilaian dari tenaga medis harus menjadi dasar untuk menentukan apakah tes tersebut dapat dilakukan serta kapan waktunya.
-
Seberapa andalkah tes Neer antar-pemeriksa? Teknik yang digunakan pemeriksa dapat memengaruhi hasil, terutama stabilisasi skapula, rotasi lengan, dan rentang elevasi. Bukti ilmiah yang telah dipublikasikan tidak mendukung asumsi bahwa reliabilitas antar-pemeriksa selalu tinggi. Penempatan yang terstandarisasi dan dokumentasi yang jelas memudahkan perbandingan temuan yang diulang.
Poin utama
Tes Neer paling efektif digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan tertentu dalam rangka penilaian bahu yang lebih menyeluruh. Hasil negatif dapat mengurangi kecurigaan terhadap impingement subakromial, sedangkan hasil positif harus dipertimbangkan bersama dengan riwayat medis dan temuan pemeriksaan lainnya. Para klinisi sebaiknya memandang hasil tes ini sebagai salah satu bagian dari proses penalaran diagnostik, bukan sebagai diagnosis yang berdiri sendiri.